Postingan

DIA

  DIA Pintu itu terbuka pelan. Sesosok tubuh atletis masuk.   Degh … Aku terkaget. Jantungku berdetak lebih cepat.   Banyaknya orang di ruangan ini, riuhnya suasana saat ini menolongku.   Bahkan temanku, yang duduk di sebelahku pun mungkin tidak akan melihat pucat pasinya wajahku. Mulutku sedikit menganga karena terpana melihat sosok itu. Sosok itu sangat kukenal. Sangat kuingat.   Sangat kurindukan. Dua belas purnama tidak bertemu dengannya. Hatiku penuh dengan rasa yang menyesakkan. Aku merasa mataku mulai berkaca-kaca. Rasa rindu dan sedih ini begitu kuat. Dia berjaket biru dongker, motif blueberry.   Sudah sekian lama, jaket itu masih dipakainya.   Masih teringat jelas olehku, kapan, dimana dengan siapa jaket itu dibeli.   Dua tahun yang lalu, kami, aku dan dia,   membelinya, di luar Jakarta. Saat itu, dia hanya ingin membeli celana pendek.   Dia pemilih dalam membeli barang.   Saat itu sudah beberapa toko di mall itu kami...

LIBUR ... JANGAN LUPA TIDUR

  LIBUR … JANGAN LUPA TIDUR Enaknya jadi guru adalah saat murid-muridnya libur sekolah, gurunya pun ikut libur.   Walaupun itu bukan libur, tapi dihitung cuti tahunan.   Guru tidak pernah punya cuti, cutinya adalah saat libur sekolah, libur semester atau libur kenaikan kelas. Saat ini libur sekolah sudah dimulai.   Dua minggu libur.   Merenung sejenak, mau melakukan apa di libur kali ini? Tidak berfikir, mau pergi kemana liburan kali ini? Karena pandemi ini membuat kita semua masih harus di rumah saja. Hasil merenung dan berfikir yang tidak terlalu berat, menghasilkan daftar “Yang mau dilakukan saat libur” di bawah ini.   Nomor urut tidak menunjukkan prioritas. Yang terlintas di fikiran, itu yang langsung ditulis pernomor. 1.       Menulis Kebetulan di libur kali ini, sedang ikut kegiatan 30 DWC ( 30 Days Writing Challenge ).   Tantangan menulis 30 hari tanpa henti.   Liburan akan menyenangkan bila kita melakukan...

DEADLINE

DEADLINE Mungkin sebagian orang tidak suka deadline.   Deadline sama artinya dengan batas waktu   atau tenggat.Deadline memaksa kita bekerja lebih keras.   Deadline   membuat seseorang dalam tekanan menyelesaikan kewajiban. Aku sering bertemu dengan deadline. Misalnya malam ini.   Besok deadline tugasku di kantor, dan belum selesai juga tugas itu.   Deadline tantangan menulisku juga tinggal satu setengah jam lagi. Badanku sudah sangat letih dan mata berat sekali mengantuk. Akar dari permasalahan ini adalah tidak mencicil pekerjaan sebelum deadline.   Alasan tidak mencicil pekerjaan karena malas, suka menunda-nunda.   Bila saja tugasku di kantor yang sudah kuketahui deadlinenya hari ini, bisa kucicil pekerjaannya, pastilah deadline tugas kantor besok sudah siap. Ada beberapa tips agar kita bisa menghadapi deadline dengan santai, karena pekerjaan sudah selesai dan siap dilaporkan. 1.       Menganalisa waktu pelaksa...

HANYA TITIPAN

  CHAPTER 3 HARTA Hujan gerimis di sore hari.   Aku berdiri di teras rumah.   Menikmati bunyi rintik hujan.   Mencium aroma bau tanah.   Sedikit memberi kehangatan di hati. Kutolehkan kepala ke kanan.   Di garasi, satu mobil terparkir, tiga motor pun ada.   Mobil yang masih kucicil, dan dipakai keponakanku untuk mencari nafkah, dengan manjadi driver online.   Tiga motor, satu milik anakku, Rangga, satu milik Sinta, menantuku, satu lagi milik kakakku. Motor keponakan dan kakakku terparkir disini, karena mereka tinggal di lantai atas.   Rumahku besar, dua lantai.   Di lantai pertama, ada tiga kamar, dengan ruang tamu yang luas, ruang makan, dapur dan tiga kamar mandi.   Di lantai atas, ada tiga set rumah kecil, terdiri dari satu ruang tamu. Ruang tidur, dapur dan kamar mandi.   Memang kecil kecil ukuran ruangnya.   Tiga set rumah kecil itu ditempati oleh kakak dan keponakanku yang belum memiliki rumah.   Kuajak ...

HANYA TITIPAN Chapter 2

CHAPTER 2 SUAMI Tuuutttt…tuuuttttt…tuuuttt… tidak ada jawaban.   Sudah tiga kali aku menelfon. Tidak ada jawaban.   Aku berfikir positif dan berprasangka baik, mungkin suamiku masih di masjid, shalat Ashar berjamaah.   Setan menggoda dengan fikiran negatif dan prasangka buruk.   Mungkin suamiku tidak boleh menjemput dan mengantarkanku pulang.   Istri keduanya, madu ku, seperti yang disebut orang, mungkin maduku melarang. Astaghfirullah … aku menghela nafas panjang.   Membuang penuh sesak dadaku oleh kepedihan.   Aku telfon adikku, meminta jemput.   Aku mengirim pesan lewat handphone ke suamiku.   Pak, ibu pulang dulu, dijemput Yani.   Pesan terkirim Aku melangkah pelan ke gerbang sekolah.   Hampir jam empat sore.   Sekolah sudah sepi, tidak ada lagi murid. Tinggal beberapa guru dan tenaga kebersihan masih di sekolah.   Mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul 04.00 sore, rutinitasku bekerja di sekolah.   Aku seoran...

HANYA TITIPAN

  CHAPTER 1 ANAK Gadis kecil itu bertubuh gempal.   Pipinya tembem montok putih merona merah.   Rambutnya panjang dikuncir ekor kuda.   Kuncirnya bergoyang-goyang karena dia sibuk bergerak kesana kesini. “Nenek.. nenek … mana kue coklat aku ? “ suaranya nyaring kenak-kanakan.   Mata bulatnya menatapku penuh harap.   “Lho, kemarin kan sudah habis Ria makan. Lupa ya sayang ?” Jawabku penuh kelembutan dan rasa sayang. Mata bulat itu memicing, dahinya mengerenyit, bibirnya mulai maju. “Nggak nenek. Masih ada, Ria taro kulkas” nada suaranya mulai merajuk dan sedih.   Pintar sekali gadis lima tahun ini berekspresi. Aku berdiri, melangkah menuju lemari es.   Membuka dan mencari kue coklat yang dicari Ria. “Nggak ada sayang .. bener Ria taro kulkas ?” tanyaku pada Ria setelah kue coklat itu tidak ditemukan. “Bener Nenek … nggak ada ya ? Uuuhhh pasti dimakan Rudi. Dia suka ambil makanan Ria “ Wajahnya mulai marah bercampur sedih. Matanya suda...

SABTU BERTEMU

  Kita semua punya keluarga, tetangga dan teman kan ? Ada keluarga inti, suami istri, anak, ibu bapak serta adik kakak.   Ada keluarga besar, kakek nenek, om tante, paman bibi, pakde bude, dan keponakan. Tetangga ada tetangga dekat, tetangga kanan kiri, depan belakang rumah. Tetangga jauh, tetangga satu RT (Rukun Tetangga), satu RW(Rukun Warga). Teman lebih banyak lagi, teman main waktu kecil, teman sekolah apalagi, lebih banyak, teman (SD) Sekolah Dasar, teman SMP, (Sekolah Menengah Pertama), teman SMA (Sekolah Menengah Atas), teman kuliah di Perguruan Tinggi dari S1 (Strata satu), S2(Strata dua), sampai S3 (Strata tiga) dan kemudian teman kerja dan kolega. Banyak sekali kan orang yang kita kenal, orang yang mendampingi, mengisi hari-hari kita, sejak dilahirkan ke dunia ini sampai saat ini.   Dengan keluarga inti, mereka orang pertama dan terdekat yang kita kenal. Mencukupi segala kebutuhan kita, kebutuhan jasmani, makan minum pakaian, kebutuhan rohani, cinta kasih say...