TERSIKSA KARENA IBA
Seorang teman bercerita, bingung melihat anaknya bersembunyi di balik pintu ruang tamu yang setengah terbuka. Anaknya memberi kode menempelkan jari telunjuk ke bibirnya, mengisyaratkan mamanya untuk diam, tidak bersuara. Ting ting ting, suara sendok diketukkan ke mangkuk terdengar jelas. Tukang sekoteng lewat depan rumah. Menoleh ke arah rumah teman tersebut, seperti berhenti sejenak, dan matanya mencari seseorang. Tukang sekoteng tersenyum lalu berlalu. Setelah tukang sekoteng berlalu, denting sendok ke mangkuknya tidak terdengar, si anak menghela nafas panjang, dan keluar dari balik pintu. “Ada apa? Kenapa ngumpet?” tanya teman saya kepada anaknya. Si anak menjawab “Ada tukang sekoteng”, jawab si anak singkat. “Kenapa? Kamu punya hutang ke tukang sekoteng? Beli belum dibayar?” Si teman menuduh anaknya. “Nggak ma. Aku nggak punya hutang ke tukang sekoteng. Aku hanya nggak ingin bertemu tukang sekoteng. Aku kenyang, sedang nggak ingin minum sekoteng. Tapi aku juga nggak tega kal...